Kata Imbuhan

 Bentuk Jenis fungsi dan arti dalam Bahasa Indonesia

Arti dari Kata

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti dari kata adalah unsur bahasa yang diucapkan dan dituliskan yang merupakan perwujudan kesatuan perasaan dan pikiran yang dapat digunakan dalam berbahasa. Sementara itu, dalam linguistik, arti dari kata adalah satuan bahasa yang dapat berdiri sendiri, terjadi dari morfem tunggal (misalnya batu, rumah, datang) atau gabungan morfem (misalnya pejuang, pancasila, mahakuasa). Arti dari bahasa yaitu morfem atau kombinasi morfem yang oleh bahasawan dianggap sebagai satuan terkecil yang dapat diujarkan sebagai bentuk yang bebas.

Arti dari kata adalah sebuah unsur bahasa yang susunannya terdiri dari kumpulan huruf atau unit yang memiliki sebuah arti, sehingga dapat berfungsi untuk membentuk kalimat, frasa, dan klausa. Arti dari kata bertujuan sebagai satuan gramatikal terkecil yang mempunyai makna serta arti, sehingga bisa disusun menjadi suatu bentuk kalimat, klausa, dan frasa. Arti dari kata sangat penting dalam bahasa karena mampu menunjukkan dan menerangkan tentang suatu benda, waktu, sifat, dan sebagainya.

Arti dari kata adalah bagian-bagian yang membentuk suatu kalimat. Fungsi dari kata dibagi menjadi 4, yaitu sebagai subjek, sebagai predikat, sebagai objek, sebagai keterangan, dan sebagai pelengkap. Melasir Dream,

Fungsi Kata sebagai Subjek. 

Subjek adalah bagian dari kalimat yang menandakan hal yang sedang dibicarakan. Ciri-ciri kata yang berfungsi sebagai subjek adalah jawaban dari siapa yang melakukan kegiatan atau aktivitas, bagian dari kalimat yang dijelaskan oleh predikat, bagian yang diikuti oleh salah satu kata kerja sambung, dan diikuti dengan partikel -nya.

Fungsi Kata sebagai Predikat.

 Predikat adalah bagian dari kalimat yang menandakan tentang apa yang sedang dibicarakan oleh subjek dan biasanya diharuskan mengandung unsur verba. Kemudian bisa diikuti dengan objek. Fungsi kata ini akan memberikan keterangan tentang apa yang sedang dilakukan oleh subjek.

Fungsi Kata sebagai Objek. 

Objek adalah bagian dari kalimat yang mempunyai peran sebagai penderita atau yang mengalami suatu hal tertentu. Keberadaan objek ini adalah sebagai pemberi keterangan dari predikat.

Fungsi Kata sebagai Pelengkap.

 Fungsi kata ini bisa dikatakan cukup sulit untuk mengetahui di mana keberadaannya. Kata pelengkap bisa saja berfungsi sebagai keterangan dan bisa juga berfungsi sebagai objek.

1. Kata Kerja (Verba)

Kata kerja atau verba merupakan jenis kata yang memiliki fungsi menerangkan sebuah tindakan, pengalaman, keberadaan, atau seluruh bentuk aktivitas dinamis lainnya. Pada kalimat, kata kerja mempunyai posisi sebagai predikat.

2. Kata Benda

Kata benda atau nomina merupakan jenis kata yang mengarah pada segala hal yang dapat dibendakan. Kata benda biasa dipakai untuk menyebutkan makhluk hidup, benda mati ataupun tempat. Contoh kata benda antara lain manusia, ilmu, makanan, dan lain-lain.

3. Kata Sifat

Kata sifat atau adjektiva merupakan jenis kata yang dipakai untuk menerangkan sifat atau kondisi suatu hal, seperti makhluk hidup, benda mata, tempat, waktu ataupun yang lainnya. Dalam pemakaiannya di kalimat, kata sifat biasa digunakan untuk menerangkan keadaan subjek (S) atau Objek (O) kalimat tersebut.

4. Kata Keterangan

Kata keterangan atau Adverbia merupakan jenis kata yang menunjukkan keterangan (penjelasan) mengenai kata lain (kata bilangan, kata kerja, dan kata sifat) dalam suatu kalimat. Tetapi kata keterangan tidak dapat menerangkan kata benda atau kata ganti benda. Pada struktur kalimat, kata keterangan seringkali dilambangkan dengan K yang artinya keterangan.

5. Promina (Kata Ganti)

Pronomina terdiri dari 3 jenis kata, yaitu:


- Pronomina penunjuk seperti ini, itu, sanam situ, begitu, begini


- Pronomina persona kata ganti orang, misalkan saya, aku, dia, kamu, engkau, mereka


- Pronomina penanya seperti apa, dimana, mengapa, bagaimana, apa, dan kapan.

6. Numeralia (Kata Bilangan)

Kata bilangan atau numeralia adalah jenis kata yang dipakai untuk menghitung banyaknya orang, binatang, benda, dan sebuah urutan proses atau peristiwa. Contoh: sejuta, pertama-tama, kedua, dan sepertiga.


7. Konjungsi (Kata Sambung)

Kata hubung atau konjungsi adalah jenis kata yang berfungsi menghubungkan dua kata atau dua kalimat. Macam-macam konjungsi:

- Konjungsi perluasan, misalnya: yang.


- Konjungsi pengantar objek, misalnya: bahwa.


- Konjungsi penegasan, misalnya: malahan dan bahkan.


- Konjungsi penambahan, misalnya: dan, dan lagi, tambahan lagi, lagi pula.


- Konjungsi urutan, misalnya: lalu, setelah itu.


- Konjungsi pilihan, misalnya: atau.


- Konjungsi menyatakan waktu, misalnya: saat, ketika, sejak.


- Konjungsi sebab-akibat, misalnya: sebab, karena, karena itu, akibatnya.

8. Partikel (Kata Sandang)

Kata sandang adalah jenis kata yang bertugas memulai, mempertahankan, atau mengukuhkan sebuah kalimat dalam komunikasi. Unsur ini digunakan dalam kalimat tanya, perintah dan pernyataan. 

Comments

Popular Posts